AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.48
N225
28124.28
-1.28%
-364.82
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
835,465 / gram

Diskon PPnBM Berakhir Tahun Ini, Akankah Berlanjut di 2022?

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Rabu, 17 November 2021 14:08 WIB
Pemerintah saat ini sedang membahas manfaat perhitungan cost dan benefit bagi pemerintah dalam membangun pertumbuhan ekonomi nasional.
Diskon PPnBM Berakhir Tahun Ini, Akankah Berlanjut di 2022? (FOTO:MNC Media)
Diskon PPnBM Berakhir Tahun Ini, Akankah Berlanjut di 2022? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perindustrian memproyeksikan pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM akan dievaluasi dan dilanjutkan di tahun 2022 mendatang.  

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah saat ini sedang membahas manfaat perhitungan cost dan benefit  bagi pemerintah dalam membangun pertumbuhan ekonomi nasional.  

“Satu hal yang ingin disampaikan tadi pak Presiden menyebutkan bahwa untuk program PPnBM yang akan berakhir hingga akhir desember ini ini ‘Bisa Saja’ diveluasi oleh pemerintah jadi mungkin (Lihat Nanti),” kata Menteri Agus Gumiwang disela kunjungannya di Acara GIIAS 2021, Rabu (17/11/2021).  

Dengan demikian, Pemerintah menyimpulkan kesemipulan dari perpanjangan diskon Pemerintah PPnBM bisa dilanjutkan hingga tahun depan. 

“Semuanya akan kita evaluasi bisa saja dilanjutkan, bisa saja tidak kita melihat perhitungan cost dan benefitnya ada. Pemerintah costnya, pajakluxury text nya berkurang tapi ada benefit di tempat lain,” ujarnya.  

Menteri Agus Gumiwang memperkirakan sebanyak enam kali lipat untuk industri pendukung mulai dari tier 1 dan tier 2 hingga pelaku UKM. “Jadi sebenarnya pendukung otomotif itu banyak sekali ini juga pemerintah terus sasar  sektor industri  otonomotif untuk bisa bangkit atau rebound dalam pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.  

Sebagai informasi, program PPnBM telah berjalan sejak bulan maret 2021 hingga saat ini dan akan berakhir pada Desember 2021. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD