IDXChannel – Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Capaian tersebut setara 4,9 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan penerimaan pajak pada awal tahun terutama ditopang oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
“Ini menunjukkan transaksi ekonomi berjalan baik sehingga ada pembayaran PPN dan PPnBM,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).
Realisasi neto PPN dan PPnBM tercatat sebesar Rp45,3 triliun atau melonjak 83,9 persen secara tahunan. Kenaikan ini mencerminkan aktivitas konsumsi dan transaksi domestik yang tetap solid di awal tahun.
Selain faktor aktivitas ekonomi, Suahasil menyebut pengelolaan restitusi pajak yang lebih terjaga turut mendukung kenaikan penerimaan neto. Restitusi tercatat turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.