AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23775.35
-2.12%
-514.55
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

Ditemukan di Malaysia dan Singapura, Ini Kekhawatiran Menkes pada Varian AY.4.2

ECONOMICS
Siska Permata Sari/iNews
Minggu, 14 November 2021 21:31 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ungkap kekhawatiran pada mutasi varian AY.4.2 yang sudah muncul di Malaysia, Singapura, dan Inggris.
Ditemukan di Malaysia dan Singapura, Ini Kekhawatiran Menkes pada Varian AY.4.2(Dok.MNC Media)
Ditemukan di Malaysia dan Singapura, Ini Kekhawatiran Menkes pada Varian AY.4.2(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 belum berakhir, meski di Indonesia kasus sudah mulai melandai. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya varian ‘Delta Plus’ atau AY.4.2

Pasalnya, varian tersebut sudah mulai muncul di beberapa negara seperti Inggris, Malaysia dan Singapura

“Terjadi mutasi Delta yang namanya AY.4.2, yang disebut Delta Plus, ini juga cukup mengkhawatirkan. Varian Delta bermutasi dan di Inggris menyebabkan kenaikan (kasus Covid-19) sebesar ini,” kata Menkes RI Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip dari Webinar Kesehatan Nasional di kanal YouTube PKSTV, Minggu (14/11/2021).

Dia menjelaskan, sebelumnya varian Delta juga telah bermutasi di Indonesia. Sub varian yang dominan berada di Indonesia dan sempat menyebabkan lonjakan kasus yakni AY.23 yang sudah masuk ke Singapura.

“Kita lihat di Indonesia ini varian Delta juga sudah bermutasi, sub mutasi. Delta yang asli, B.1.617.2 bermutasi. Yang paling banyak, di Indonesia adalah AY.23 dan AY.4, tetapi di Inggris itu AY.4.2. Kalau di Singapura itu ada AY.23, itu dari Indonesia asalnya,” ujarnya.

Demi mencegah masuknya mutasi varian Delta atau varian baru lainnya, pemerintah telah memonitor dan melakukan genome sequencing secara rutin. 

“Semua dimonitor sekarang oleh jaringan 12 lab yang dibentuk di awal 2021 ini. Dengan demikian, kita bisa memonitor varian-varian apa yang ada di Indonesia dan bagaimana mutasinya,” kata Menkes Budi.

Dia menjelaskan, strategi deteksi surveilans penting untuk mengidentifikasi jika ada varian baru. Sebab, varian baru itulah yang bisa membuat gelombang berikutnya. 

“Sekarang varian yang paling kuat adalah Delta, yang paling dominan, dan kita beruntung kita sudah melampaui puncaknya varian Delta, sehingga imunitas masyarakatnya paling tidak sudah ada. Yang dikhawatirkan adalah adanya Delta Plus atau AY.4.2, tetapi kalau kita lihat mutasi-mutasi yang terjadi di AY.4.2 itu juga sudah terjadi di AY.23 yang ada di Indonesia. Jadi, Insya Allah seharusnya kita lebih tahan,” ujar dia.

Meski begitu, pemerintah tetap melakukan antisipasi untuk mencegah kemungkinan adanya gelombang ketiga. Termasuk menjaga ketat perbatasan-perbatasan negara, memperkuat testing dan tracing, mempersiapkan rumah sakit, vaksinasi, hingga memperkuat protokol kesehatan 3M di masyarakat.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD