AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23775.35
-2.12%
-514.55
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

Waspadai Gelombang Ketiga, Varian Corona AY.4.2 Sudah Masuk Singapura dan Malaysia

ECONOMICS
Binti Mufarida
Sabtu, 13 November 2021 08:51 WIB
Sub varian Delta yakni AY4.2 saat ini sudah menyebar di negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.
Waspadai Gelombang Ketiga, Varian Corona AY.4.2 Sudah Masuk Singapura dan Malaysia (FOTO:MNC Media)
Waspadai Gelombang Ketiga, Varian Corona AY.4.2 Sudah Masuk Singapura dan Malaysia (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane mengingatkan agar tetap waspada adanya potensi gelombang ketiga virus corona. 

Sebab, sub varian Delta yakni AY4.2 saat ini sudah menyebar di negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura. 

Meskipun, Masdalina menyampaikan masih belum ada indikasi ke arah adanya potensi gelombang ketiga, namun dia meminta agar tetap waspada karena subvarian Delta sudah dekat dengan Indonesia. 

“Kecuali kalau pintu masuk kita loss-kan (dibuka bebas) karena subvarian Delta ini sudah dekat dengan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (13/11/2021). 

Sementara itu, apabila pengendalian wabah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang tepat maka pengendalian akan berlangsung sistematis dan panjang. Saat ini, jelasnya, untuk pencegahan dan pengendalian wabah jenis apapun kita mengikuti petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diimplementasikan di Indonesia. 

“Kita masih ada beberapa kekurangan. Vaksin lengkap masih 39%, masih jauh dari target 70% yang harus dicapai di akhir tahun ini. Kita harus kerja keras untuk itu,” ujarnya, seraya menambahkan, aplikasi PeduliLindungi harus didorong untuk lebih banyak digunakan. 

Masdalina menilai, seandainya ada kenaikan kasus, namun tahun ini berbeda dengan situasi tahun lalu. “Tahun lalu belum ada vaksin, tahun ini sudah ada. Yang penting, sinyal-sinyal terus dipantau agar Indonesia stabil terhadap standar pengendalian yang benar,” katanya. 

Dia pun mengapresiasi pemerintah dalam mengambil keputusan untuk meniadakan cuti maupun libur akhir tahun. “Kita sementara waktu ini harus berhati-hati. Jangan dulu berlibur dalam satu waktu, jangan menumpuk di Nataru. Bagi institusi untuk sementara sebaiknya tidak memberikan libur/cuti bagi karyawannya. Insya Allah hal ini akan membantu mengurangi kerumunan warga saat liburan,” tandas Masdalina.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD