Juru bicara API mengatakan harga energi saat ini didorong oleh faktor pasokan dan permintaan global serta ketidakpastian di Selat Hormuz dan jalur pelayaran strategis lainnya.
"Kenaikan harga saat ini dipicu oleh kondisi pasokan, permintaan global, serta ketidakpastian di Selat Hormuz dan jalur pelayaran penting lainnya, bukan oleh satu perusahaan tertentu," ujarnya.
Trump selama ini menjadikan peningkatan produksi energi domestik sebagai salah satu agenda utama pemerintahannya. Namun, di sisi lain dia juga terus menekan perusahaan migas agar menjaga harga BBM tetap rendah sehingga memunculkan ketegangan antara target peningkatan produksi dan keuntungan perusahaan.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump kembali meminta perusahaan migas segera memangkas harga jual BBM kepada konsumen. Menurut dia, harga minyak akan turun tajam apabila konflik dengan Iran berakhir.
"Mereka harus menurunkan harga untuk konsumen. Ketika konflik dengan Iran selesai, harga minyak akan jatuh sangat dalam," ujarnya.