AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Duh, 324 Pemda Lelet Salurkan Anggaran Bansos dan Pemulihan Ekonomi Covid-19

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Rabu, 21 Juli 2021 19:19 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan sebanyak 324 dari total 542 daerah masih lambat mencairkan anggaran perlindungan sosial .
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan sebanyak 324 dari total 542 daerah masih lambat mencairkan anggaran perlindungan sosial. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan sebanyak 324 dari total 542 daerah masih lambat mencairkan anggaran perlindungan sosial masyarakat pada masa pandemi covid-19, hingga dana pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan total anggaran di dalam APBD tersebut, rinciannya yaitu sebesar Rp12,11 triliun untuk perlinsos dan Rp13,5 triliun untuk pemberdayaan ekonomi, termasuk bantuan UMKM.

" Kita minta pemda segera meralisasi bantuan sosial, untuk memperkuat bansos dari pemerintah pusat," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21/7/2021).

Kata dia, pemerintah daerah memiliki dana sebesar Rp25,46 triliun untuk membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19. Sayangnya, realisasinya minim hingga saat ini.

"Rp25,46 triliun yang ada di dalam APBD yang ditunjukkan untuk membantu masyarakat, perlindungan sosial," katanya.

Dia menambahkan peningkatan anggaran sejalan dengan meningkatnya kebutuhan anggaran untuk penanganan lonjakan covid-19. Peningkatan utamanya diperuntukkan untuk bidang kesehatan dan Perlindungan Sosial.

"Untuk program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, sekarang dengan keputusan yang tadi telah disetujui oleh Bapak Presiden, akan naik menjadi Rp 744,75 triliun,” tandasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD