Pengalaman panjang ELSA dalam memelihara produksi di berbagai lapangan migas, didukung kepemilikan peralatan kerja yang mandiri, menjadi modal utama untuk memonetisasi sumur tua. Untuk mengeksekusinya, perseroan menyiapkan pendekatan teknologi tepat guna guna memangkas biaya operasi, atau menjalin kemitraan dengan penyedia teknologi global.
Rencana penguatan bisnis ini didukung oleh fondasi keuangan perseroan yang solid. Sepanjang semester I-2026, ELSA membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 29 persen secara tahunan dan kenaikan pendapatan mencapai 9 persen.
Di samping rencana kelola sumur tua, ELSA juga terus memperluas diversifikasi layanan jasa penunjang energi ke sektor non-migas, seperti adaptasi teknologi seismik untuk eksplorasi geotermal dan pertambangan batubara, guna menjaga ketahanan bisnis jangka panjang.
"Intinya adalah bagaimana kami dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar lagi dari apa yang bisa kami berikan sekarang kepada negara," ujar Litta.
Penulis: Sheqilla Sukma
(Dhera Arizona)