Adapun indeks persediaan produk tercatat 46,02 atau berada dalam fase kontraksi dan turun 3,16 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut dan menempatkan indeks persediaan pada level terendah sejak Januari 2024.
Berdasarkan orientasi pasar, IKI yang berorientasi ekspor pada Agustus 2026 berada pada level 53,09, atau melambat 0,86 poin dibandingkan Juli 2026 sebesar 53,95. Pada IKI berorientasi pasar domestik tercatat 51,13, juga melambat 0,86 poin dari 51,99 pada bulan sebelumnya.
“Perlambatan keduanya memperlihatkan bahwa pelaku industri menghadapi kondisi permintaan yang lebih selektif. Karena itu, keberlanjutan aktivitas manufaktur akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan industri menjaga pasar, efisiensi produksi, serta memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi,” tutur Febri.
Di sisi lain, sejumlah subsektor mencatat peningkatan yang melesat pada Agustus 2026. Industri Minuman berada pada posisi tertinggi dengan seluruh variabel pembentuknya berada dalam fase ekspansi, terutama peningkatan pesanan dari pasar domestik. Subsektor Industri Makanan berada pada level ekspansi tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Hal ini berkaitan dengan tingginya indeks harga minyak nabati yang membuat perusahaan meningkatkan produksinya. Namun, persediaan produk masih mengalami kontraksi karena tingkat produksi yang relatif tinggi belum sepenuhnya terserap pasar.