IDXChannel - Dua peraih Nobel Ekonomi, Peter Howitt dan Daron Acemoglu, hadir dalam Biennial Policy Conference (BPC) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Bali pada 26-27 Agustus 2026. Keduanya membahas peran stabilitas ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan dalam mendorong inovasi serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Peter Howitt, peraih Nobel Ekonomi 2025, menekankan pentingnya stabilitas harga yang dijaga bank sentral sebagai jangkar bagi keberlanjutan inovasi. Menurut dia, inflasi yang tinggi dapat meningkatkan ketidakpastian dan biaya pendanaan sehingga berpotensi menekan aktivitas riset dan pengembangan (R&D).
Howitt juga menggarisbawahi dua faktor utama yang mendorong inovasi dalam jangka panjang. Dari sisi nonfinansial, persaingan usaha yang sehat dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi faktor penting, sedangkan dari sisi finansial dibutuhkan dukungan sektor keuangan yang kuat.
Sementara itu, Daron Acemoglu, peraih Nobel Ekonomi 2024, membahas pentingnya tata kelola kelembagaan dan peran negara dalam mengarahkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI).
Menurut Acemoglu, penguatan kapasitas kelembagaan diperlukan agar kemajuan teknologi tidak justru memperlebar kesenjangan sosial. Dengan tata kelola yang tepat, perkembangan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.