AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

E-Health Diprediksi Topang Ekonomi Digital Indonesia hingga 2025

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti Dewi
Kamis, 02 Desember 2021 08:20 WIB
Sektor industri layanan kesehatan digital atau e-health memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
E-Health Diprediksi Topang Ekonomi Digital Indonesia hingga 2025 (FOTO:MNC Media)
E-Health Diprediksi Topang Ekonomi Digital Indonesia hingga 2025 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sektor industri layanan kesehatan digital atau e-health memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.  

Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak pelaku industri e-health untuk berkolaborasi dan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia 2022. 

Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia selama pandemi Covid-19 tidak bisa dilepaskan dari keberadaan layanan kesehatan digital. 

Terlebih saat pandemi, layanan digital kesehatan telah membuka akses masyarakat semakin insklusif. 

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mitra sektor kesehatan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi," ujarnya dalam keterangan pers. 

Menurut Johnny, di tahun 2021, valuasi sektor ekonomi digital diperkirakan akan mencapai sekitar USD70 Miliar atau Rp1.000 Trilliun. Hingga tahun 2025 diproyeksikan tumbuh sampai dengan USD146 Miliar atau Rp2.100 Triliun. "Sangat besar, termasuk di dalamnya electronic health," tuturnya.  

Untuk itu, perlu melakukan pertemuan untuk mendapat masukan dari industri, agar kebijakan yang diambil memang berpihak pada pengembangan industri termasuk industri e-health dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat. 

Ia juga berharap akan dapat meningkatkan kolaborasi antarpemangku kepentingan di industri tersebut.  

"Kita dapat mengidentifikasi titik-titik blindspot-nya dalam semangat yang lebih bersinergi, berkolaborasi lintas pemangku kepentingan dengan Kementerian Kesehatan, dengan berbagai asosiasi kesehatan, pemimpin-pemimpin puncak di e-health yang hadir hari ini maupun yang tidak hadir," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD