“Konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan baik, didukung oleh stimulus pemerintah serta peningkatan aktivitas ritel selama periode libur akhir tahun,” tuturnya.
Meskipun permintaan domestik sangat kuat, kinerja ekspor diperkirakan mengalami sedikit perlambatan menjadi 4,2 persen. Sementara itu, impor justru tumbuh lebih tinggi (7,2 persen), yang menurut Andry justru menandakan geliat aktivitas ekonomi di dalam negeri yang masih "haus" akan input produksi.
“Meski kinerja sektor eksternal cenderung melambat, peningkatan impor mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas ekonomi di dalam negeri,” katanya.
(kunthi fahmar sandy)