Pertumbuhan tahunan tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV-2021, ketika perekonomian tumbuh 4,5 persen secara tahunan.
Negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen secara kuartalan pada kuartal IV-2025 karena sektor manufaktur yang lesu.
Namun, ekspor yang kuat dan permintaan domestik yang solid mendorong ekspansi ekonomi pada kuartal pertama.
Ekspor meningkat 5,9 persen dari kuartal sebelumnya, didukung oleh permintaan global yang kuat untuk chip semikonduktor, mesin, dan otomotif. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV-2020. (Wahyu Dwi Anggoro)