AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Ekonomi RI Tumbuh 5,44 Persen, Mentan: Pertanian Hadir Jadi Bantalan

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 06 Agustus 2022 09:15 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian menjadi tiga tertinggi dalam pencatatan pertumbuhan ekonomi kuartal II -2022 yang tumbuh 5,44% persen.
Ekonomi RI Tumbuh 5,44 Persen, Mentan: Pertanian Hadir Jadi Bantalan. (Foto: MNC Media)
Ekonomi RI Tumbuh 5,44 Persen, Mentan: Pertanian Hadir Jadi Bantalan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian menjadi tiga tertinggi dalam pencatatan pertumbuhan ekonomi kuartal II -2022 yang tumbuh 5,44% persen. Ini terlihat dari besaran distribusi dan andil pertanian yang mencapai 12,98 persen atau tumbuh sebesar 1,37 persen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan sektor pertanian selama tiga tahun terakhir merupakan bantalan ekonomi yang tumbuh positif di saat sektor lainnya mengalami pelambatan.

"Kita ingat bahwa semua negara mengalami turbulensi yang sama, pandemi merebak ke seluruh dunia. Perubahan cuaca atau climate change membuat cuaca berubah. Belum lagi kita menghadapi geopolitik perang Rusia dan Ukraina. Namun pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi," kata Mentan, pada pernyataan tertulisnya Jumat, (5/8/2022).

Mentan mengatakan, Indonesia juga termasuk negara yang dinilai sangat kecil mengalami kemungkinanya resesi karena angkanya hanya 3%. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Srilangka yang berpeluang resesi sebesar 85% persen atau selandia Baru 33%.

"Saya melihat inflasi di sejumlah negara terus mengalami kenaikan. Di Uni Eropa mencapai 9,6 persen, Amerika 9,1 persen, Inggris, 8,2 persen, Korea 6,1 persen. Tapi di Indonesia, alhamdulillah masih terjaga di angka 4,4 persen," lanjutnya.

Mentan menyebut salah satu faktornya adalah konsistensi kita dalam menyediakan pangan yang cukup. Misalnya pada produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Di sisi lain, ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.

Mentan mengatakan, sektor pertanian merupakan aspek penting dalam menunjang kehidupan manusia, karena di Indonesia 270 juta jiwa yang membutuhkan makanan setiap harinya, dan Pertanian adalah penjaga dari semua pintunya ekonomi Indonesia.

"Kita terus dorong penguatan sektor pertanian karena pangan tidak boleh berhenti. arahan Bapak Presiden meminta penguatan produksi pangan nasional, dan itu kita terus lakukan,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD