IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pertanian nasional tidak terganggu fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada April 2026. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil.
Amran mengatakan pemerintah memiliki pengalaman menghadapi El Nino yang lebih kuat pada 2023. Saat itu, dampak kekeringan sempat diperkirakan memicu kebutuhan impor pangan dalam jumlah besar, namun berhasil ditekan melalui berbagai langkah mitigasi.
"El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023. Alhamdulillah kita bisa lolos, dari rencana impor waktu itu 10 juta ton, kita bisa redam hanya 3 juta ton lebih. Ke depan insyaallah tahun ini mudah-mudahan tidak ada aral melintang," ujar dia dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Dia menjelaskan, kondisi stok pangan nasional saat ini juga berada dalam posisi aman. Cadangan pangan diperkirakan mampu bertahan hingga 324 hari. Amran mengungkap produksi nasional mencapai 2,6 juta sampai 5,7 juta ton, sementara kebutuhan sekitar 2,5 juta ton per bulan.
"Jadi pangan aman. Tidak usah risau dengan El Nino, sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Tidak sekuat dari sebelumnya. Insyaallah kita bisa hadapi," ucapnya.
Amran menyebut langkah antisipasi yang telah disiapkan mencakup program pompanisasi untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kering. Saat ini, pompanisasi telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan dan akan diperluas hingga total 2 juta hektare.
Selain pompanisasi, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung seperti embung, sumur dalam, sumur dangkal, serta rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup sekitar 1 juta hektare lahan.
"Jadi infrastruktur sudah siap. Ibaratkan jauh sebelumnya kita sudah siapkan payung karena kita tahu bahwa akan terjadi hujan," ujarnya.