sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Karhutla 

News editor Binti Mufarida
25/05/2026 09:18 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa fenomena El Nino diprediksi mulai pertengahan 2026.
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Karhutla (FOTO:iNews Media Group)
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Karhutla (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa fenomena El Nino diprediksi mulai pertengahan 2026. BMKG pun mengingatkan agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekadar info, El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Di Indonesia secara umum dampak dari El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.

BMKG pun menegaskan bahwa karhutlah bukan sekadar api, tapi ancaman bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. El Nino berpotensi muncul pada semester kedua 2026. "BMKG memprediksi bahwa El Nino event akan mulai terjadi pada periode Mei-Juni-Juli 2026," tulis BMKG di media sosialnya, Senin (25/5/2026).

BMKG mengatakan kondisi ini memicu peningkatan risiko kekeringan, membuat lahan lebih kering dan mudah terbakar, sehingga potensi Karhutlah ikut meningkat. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah hotspot meningkat tajam saat El Nino. Pola ini terlihat jelas pada tahun 2015, dan kembali muncul di 2023.

Sementara hingga Mei 2026, BMKG mencatat hotspot masih relatif rendah, namun tren awal sudah mulai terbentuk. Sebaran titik panas menunjukkan pola yang konsisten. Wilayah Sumatra dan Kalimantan menjadi area dengan konsentrasi hotspot tertinggi, terutama pada lahan gambut yang rentan terbakar.

"Pada tahun-tahun El Nino, sebaran ini meluas dan semakin padat. Kondisi 2026 hingga saat ini, mulai menunjukkan kemunculan titik-titik awal di wilayah yang sama. Hotspot mulai terpantau, ini sinyal awal yang tidak boleh diabaikan," kata BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla. "Siap siaga dari sekarang, jangan membakar lahan, laporkan titik api, dan manfaatkan informasi cuaca dan iklim dalam praktek sehari-hari," tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement