IDXChannel—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa El Niño diperkirakan berlangsung selama 9-12 bulan. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, El Niño telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen.
Sehingga berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan garis khatulistiwa selama puncak musim kemarau.
Hal ini disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Niño dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta, dikutip Selasa (30/6/2026).
“El Niño ini terjadi kurang lebih selama 9-12 bulan, bisa lebih panjang, bisa lebih pendek tergantung berbagai kondisi, sehingga diperkirakan El Niño itu yang dimulai sekitar bulan April atau Mei, bulan Mei ya, itu akan berakhir di bulan Mei tahun depan,” ujarnya.
Namun demikian, Faisal mengungkapkan bahwa bukan berarti Indonesia akan mengalami kemarau sepanjang periode tersebut. Dia menegaskan bahwa perlu dipahami bahwa El Niño dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda.