IDXChannel – Saham-saham properti dan kawasan industri mendadak melesat perdagangan Rabu (19/8/2026).
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah, indeks sektor properti melaju 1,68 persen, dengan KIJA, APLN, hingga BSDE mencatat lonjakan signifikan.
Penguatan tersebut ditopang rotasi sektoral ke saham-saham yang tertinggal, ekspektasi penurunan suku bunga, serta sentimen rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.29 WIB, indeks sektor properti menguat 1,68 persen, berlawanan arah dengan IHSG yang melemah 0,16 persen ke 6.435.
Penurunan indeks terjadi seiring jatuhnya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menjadi salah satu big cap.