Sebagai konteks, indeks IDX Properties & Real Estate masih tercatat turun sekitar 36,37 persen secara year to date (YTD) per pertengahan Juli 2026. Kondisi tersebut membuat valuasi sektor properti relatif lebih menarik dan membuka ruang bagi terjadinya rebound.
Katalis kedua berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga yang dapat mendorong perbaikan daya beli dan aktivitas ekonomi.
“Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga dan perbaikan daya beli/aktivitas ekonomi dapat kembali mengangkat interest terhadap properti karena sektor ini sangat sensitif terhadap biaya kredit, KPR, dan cost of fund,” tutur Nafan kepada IDXChannel.com, Rabu (19/8/2026).
Menanti PFII
Rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dinilai berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi sektor properti.
Namun, dampaknya terhadap fundamental emiten properti diperkirakan masih terbatas selama rencana tersebut belum direalisasikan secara konkret.