Pemerintah sebelumnya memperkirakan kawasan tersebut berpotensi menarik investasi global hingga Rp500 triliun.
Dari sisi lokasi, pemerintah masih melakukan pembahasan. PFII berpotensi terlebih dahulu beroperasi di Jakarta pada masa transisi, sebelum pengembangannya diperluas ke Jakarta dan Bali.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, meski PFII dapat menjadi sentimen positif bagi saham properti dalam jangka pendek, investor tetap perlu mencermati realisasi proyek dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Target Teknikal
Sementara itu, analis Trimegah Sekuritas Hans Adisastra menjelaskan kepada IDXChannel.com, Rabu (19/8), sejumlah saham properti masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.
Untuk BSDE, target terdekat berada di level Rp730. Sementara itu, KIJA memiliki target di Rp192, disusul APLN di Rp167.