IDXChannel - Risiko iklim (termasuk El Nino) telah menjadi salah satu fokus pengaturan dan pengembangan OJK karena berpotensi memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan permodalan bank.
Melalui buku Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS), OJK telah memiliki framework asesmen dampak risiko iklim yang bermanfaat sebagai panduan bagi perbankan dalam mengevaluasi dampaknya terhadap bisnis perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) Dian Ediana Rae mengatakan, OJK terus mendorong perbankan untuk melaksanakan stress test tersebut melalui piloting stress testing CRMS secara bertahap guna mengukur
ketahanan industri perbankan terhadap risiko iklim secara umum.
"Risiko iklim, dalam hal ini El Nino, memberikan dampak paling langsung kepada sektor ekonomi yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri makanan dan minuman sehingga mengurangi pendapatan debitur bank dan menurunkan kemampuan membayar kredit yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)," katanya dalam jawaban tertulis Minggu (27/6/2026).