Strategi lainnya, yaitu penggunaan bibit unggul yang tahan kekeringan dan salinitas, optimalisasi lahan rawa sekitar 1 juta hektare, serta penyediaan alat dan mesin pertanian.
Dengan berbagai langkah tersebut, Amran optimistis pemerintah telah melakukan persiapan yang jauh lebih matang dibandingkan saat menghadapi El Nino sebelumnya.
"Semua kita sudah siapkan. Dan persiapan kita betul-betul matang dibanding sebelumnya. Dulu 2023 bisa bayangkan. Ada El Nino tapi kita harus cari air di sungai-sungai, dipompanisasi, kemudian embung-embung. Sekarang sudah siap. Embungnya sudah ada. Sekarang kita siap menghadapi kndisi ini," ujarnya.
(NIA DEVIYANA)