sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonomi Terjaga, Fitch Pertahankan Rating RI di BBB Outlook Stabil

Economics editor Anggie Ariesta
11/03/2025 13:59 WIB
Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB (satu tingkat di atas level terendah investment grade) dengan outlook stabil.
Ekonomi Terjaga, Fitch Pertahankan Rating RI di BBB Outlook Stabil (foto mnc media)
Ekonomi Terjaga, Fitch Pertahankan Rating RI di BBB Outlook Stabil (foto mnc media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa lembaga pemeringkat, Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB (satu tingkat di atas level terendah investment grade) dengan outlook stabil.

Keputusan tersebut mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka menengah yang baik, serta rasio utang pemerintah terhadap PDB yang rendah.
 
Fitch juga melihat adanya sejumlah tantangan, khususnya terkait pendapatan pemerintah yang masih rendah, beberapa indikator struktural termasuk PDB per kapita, serta indikator tata kelola yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain pada peringkat BBB (peers).

Ke depan, Fitch menilai Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia berpotensi meningkat apabila terdapat perbaikan signifikan pada aspek struktural, peningkatan pendapatan pemerintah, dan peningkatan ketahanan eksternal yang ditandai antara lain dengan peningkatan cadangan devisa secara berkelanjutan atau penurunan kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak harga komoditas.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil menunjukkan keyakinan dunia internasional terhadap stabilitas makro ekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, dukungan belanja publik, investasi swasta yang solid, dan program hilirisasi.

"Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," kata Perry dalam keterangan resmi, Selasa (11/3/2025).

Menurut Perry, ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan keuangan.

Termasuk mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, serta terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta Cita.

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5 Persen

Pada laporannya, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen pada 2025, terutama didukung oleh permintaan domestik yang kuat, serta dukungan belanja publik untuk bantuan sosial dan proyek infrastruktur. 

Investasi swasta juga akan tetap kuat didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter yang moderat, serta berkurangnya ketidakpastian kebijakan pasca pemilu 2024, dan aktivitas hilirisasi yang berlanjut.

Pada sisi eksternal, Fitch memproyeksikan, defisit transaksi berjalan akan melebar sebesar 1,3 persen pada 2025 seiring dengan pelemahan permintaan global, meningkatnya proteksionisme perdagangan, dan penurunan harga komoditas, yang berdampak pada penurunan surplus perdagangan.

Sementara itu, pada sisi inflasi, Fitch memperkirakan inflasi Indonesia pada 2025 akan tetap terjaga pada kisaran 2,5 plus minus 1 persen dan mendukung stabilitas makroekonomi.

Ke depan, BI terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, dengan tetap mendukung upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas inflasi volatile food. 

Fitch memproyeksikan kehati-hatian fiskal masih akan terus berlanjut dengan defisit fiskal sebesar 2,5 persen pada 2025.

Efisiensi Anggaran untuk MBG Perlu Ditinjau Lagi

Di sisi lain, Fitch juga menilai bahwa dampak dari efisiensi anggaran dan realokasi kepada program antara lain untuk makan bergizi gratis masih perlu ditinjau lebih lanjut.

Pada sisi utang pemerintah, Fitch memperkirakan utang pemerintah Indonesia masih akan mengalami tren yang menurun pada kisaran 39,1 persen PDB pada 2028 dari sebesar 40,4 persen pada 2025.

Adapun Fitch sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 15 Maret 2024.

(Fiki Ariyanti)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement