Pada sisi eksternal, Fitch memproyeksikan, defisit transaksi berjalan akan melebar sebesar 1,3 persen pada 2025 seiring dengan pelemahan permintaan global, meningkatnya proteksionisme perdagangan, dan penurunan harga komoditas, yang berdampak pada penurunan surplus perdagangan.
Sementara itu, pada sisi inflasi, Fitch memperkirakan inflasi Indonesia pada 2025 akan tetap terjaga pada kisaran 2,5 plus minus 1 persen dan mendukung stabilitas makroekonomi.
Ke depan, BI terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, dengan tetap mendukung upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas inflasi volatile food.
Fitch memproyeksikan kehati-hatian fiskal masih akan terus berlanjut dengan defisit fiskal sebesar 2,5 persen pada 2025.
Efisiensi Anggaran untuk MBG Perlu Ditinjau Lagi
Di sisi lain, Fitch juga menilai bahwa dampak dari efisiensi anggaran dan realokasi kepada program antara lain untuk makan bergizi gratis masih perlu ditinjau lebih lanjut.
Pada sisi utang pemerintah, Fitch memperkirakan utang pemerintah Indonesia masih akan mengalami tren yang menurun pada kisaran 39,1 persen PDB pada 2028 dari sebesar 40,4 persen pada 2025.
Adapun Fitch sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 15 Maret 2024.
(Fiki Ariyanti)