Sepanjang 2026 hingga 13 Agustus, rata-rata harga batu bara Newcastle mencapai USD128,6 per ton, meningkat 21 persen dibandingkan rata-rata tahun 2025 sebesar USD106,3 per ton.
Ke depan, Bank Mandiri memperkirakan kebijakan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) akan menjadi salah satu penentu kinerja industri batu bara. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga pasokan bagi pembangkit listrik sekaligus berpotensi meningkatkan ekspor, penerimaan negara, dan profitabilitas perusahaan tambang.
Meski demikian, peningkatan kuota RKAB diperkirakan tidak langsung mendorong produksi karena perusahaan masih memerlukan tambahan investasi dan waktu untuk meningkatkan kapasitas operasional.
Secara keseluruhan, Bank Mandiri menilai lonjakan ekspor batu bara pada Juni 2026 mencerminkan kombinasi kuat antara permintaan global terutama dari China dan dukungan harga yang lebih tinggi, sementara kapasitas produksi domestik tetap menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekspor.
(Shifa Nurhaliza Putri)