AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Ekspor CPO Dibuka, Pemerintah Minta Perusahaan Beli Buah Sawit dengan Harga Wajar

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 20 Mei 2022 12:20 WIB
Menko Airlangga Hartarto mengimbau kepada para pengusaha untuk menyerap buah sawit para petani dengan harga yang wajar.
Menko Airlangga Hartarto mengimbau kepada para pengusaha untuk menyerap buah sawit para petani dengan harga yang wajar.
Menko Airlangga Hartarto mengimbau kepada para pengusaha untuk menyerap buah sawit para petani dengan harga yang wajar.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau kepada para pengusaha untuk menyerap buah sawit para petani dengan harga yang wajar.

Mengingat adanya larangan ekspor CPO yang sudah terjadi sebelumnya praktis membuat harga buah sawit milik petani swadaya tidak laku di pasaran, bahkan memiliki harga yang rendah.

"Tentu bagi para perusahaan ini diharap agar bisa membeli CPO ataupun perusahaan CPO membeli TBS dari petani pada tingkat harga yang wajar," ujar Airlangga dalam konferensi persnya, Jumat (20/5/2022).

Airlangga mengatakan untuk menjamin harga TBS milik petani swadaya memiliki harga yang normal, maka pemerintah bakal melakukan pengaturan yang melibatkan pemerintah daerah.

"Sedangkan untuk menjamin pembelian TBS dari petani dengan harga yang wajar, ini dilakukan pengaturan yang melibatkan pemerintah daerah," sambungnya.

Seperti diketahui, sebelumnya para petani sawit swadaya melakukan aksi demontrasi untuk meminta pemerintah mencabut larangan ekspor CPO yang dianggap cukup banyak merugikan petani.

Ketua DPD APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Bagus Budiantoro mengungkapkan bahwa harga sawitnya hanya di hargai Rp1-2 ribu rupiah saja. Hal tersebut jauh dari harga normal ataupun harga sawit milik para petani mitra.

"Harga yang kemarin ditetapkan sebesar Rp4-5 ribu sekarang jatuh menjadikan Rp1000, sehingga kami tidak bisa membeli kebutuhan perawatan sawit," kata Bagus saat di temui MNC Portal di Jakarta.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD