sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekspor Februari 2026 Tembus USD22,17 Miliar, Sektor Logam dan Mineral Jadi Penopang Utama

Economics editor Anggie Ariesta
01/04/2026 11:44 WIB
Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan volume dan harga pada sejumlah komoditas unggulan di pasar global.
Ekspor Februari 2026 Tembus USD22,17 Miliar, Sektor Logam dan Mineral Jadi Penopang Utama. Foto: iNews Media Group.
Ekspor Februari 2026 Tembus USD22,17 Miliar, Sektor Logam dan Mineral Jadi Penopang Utama. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada Februari 2026 mencapai USD22,17 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh penguatan volume dan harga pada sejumlah komoditas unggulan di pasar global.

"Pada bulan Februari 2026, ekspor mencapai USD22,17 miliar atau naik 1,01 persen dibandingkan Februari 2025 (yoy)," ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers rilis BPS, Rabu (1/4/2026).

Dalam laporannya, BPS menyoroti adanya performa yang kontras antar sektor. Komoditas logam dan mineral tercatat mengalami peningkatan signifikan secara tahunan, di mana kenaikan harga emas menjadi katalisator utama bagi sektor logam.

Sebaliknya, sektor energi justru menunjukkan pelemahan secara tahunan pada bulan Februari ini. Meskipun demikian, kinerja ekspor non-migas secara umum tetap terjaga berkat permintaan yang kuat dari negara mitra dagang utama.

Berdasarkan kawasan tujuan, China masih menjadi mitra dagang paling strategis bagi Indonesia. Nilai ekspor non-migas ke Negeri Tirai Bambu tersebut tercatat mencapai USD10,46 miliar pada Februari 2026, atau melonjak 18,24 persen.

Selain China, tren peningkatan ekspor juga terlihat pada pengiriman ke Amerika Serikat, India, dan Uni Eropa. Namun, BPS mencatatkan adanya sedikit koreksi pada nilai ekspor non-migas ke kawasan ASEAN yang mengalami penurunan di periode ini.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement