Sebaliknya, performa impresif justru ditunjukkan oleh sektor nonmigas yang melesat hingga 23,36 persen dengan nilai kontribusi mendominasi sebesar USD24,15 miliar.
Jika ditarik secara akumulatif sepanjang caturwulan pertama tahun ini, total nilai ekspor Indonesia untuk periode Januari hingga April 2026 sukses menembus level USD92,15 miliar.
Nilai kumulatif tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 5,48 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Di dalam struktur kumulatif tersebut, ekspor migas tercatat membukukan nilai USD4,41 miliar, yang berarti mengalami koreksi sebesar 8,30 persen.