Pemerintah juga membina 787 desa, memetakan 121 sentra industri kecil dan menengah potensial, serta menghubungkan 1.203 UMKM dengan ritel modern, termasuk badan usaha milik negara. Program Campuspreneur turut melibatkan 27 perguruan tinggi dan mencatat potensi transaksi USD24,57 juta dalam TEI.
Budi mengatakan, ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pasar domestik sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM. Pemerintah berharap penguatan perdagangan dalam negeri dan ekspor dapat mendorong produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
(Rahmat Fiansyah)