IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kinerja gemilang pada sektor ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di penghujung tahun 2025.
Volume ekspor CPO pada bulan Desember 2025 dilaporkan mencapai sekitar 2,75 juta ton dengan nilai transaksi menyentuh USD2,79 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono memaparkan bahwa capaian tersebut mencerminkan lonjakan luar biasa sebesar 102,23 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month).
"Pada Desember 2025, ini untuk CPO nilainya mencapai USD2.792,7 juta, dengan volume mencapai 2.753 ribu ton. Ini volumenya naik tinggi 102,3 persen mtm dan naik 66,80 persen secara yoy," kata Ateng dikutip, Selasa (3/2/2026).
Secara kumulatif, nilai ekspor CPO Indonesia dari Januari hingga Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total nilai ekspor selama setahun penuh mencapai USD24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar USD20,05 miliar.
Peningkatan ini juga diikuti oleh kenaikan volume ekspor secara keseluruhan. Total volume pengiriman CPO dan produk turunannya mencapai 23,61 juta ton, naik 9,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 21,64 juta ton.
Meski volume dan nilai ekspor secara total tumbuh positif, BPS memberikan catatan terkait harga komoditas ini di pasar internasional.
Ateng menggarisbawahi bahwa harga rata-rata CPO sepanjang tahun 2025 masih berada dalam tren koreksi akibat dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data dari Bursa Malaysia Derivatives Exchange, harga CPO mengalami koreksi sebesar 8,87 persen. Pasar sawit terus dibayangi ketidakpastian skenario ekonomi serta kebijakan tarif global yang memicu fluktuasi tajam.
Sepanjang tahun, harga CPO bergerak sangat dinamis, menyentuh titik tertingginya pada level 4.650 Ringgit Malaysia per ton, sementara titik terendahnya berada di posisi 3.725 Ringgit Malaysia per ton.
(Nur Ichsan Yuniarto)