AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Enam Perusahaan di Bekasi Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid

ECONOMICS
Jonathan Simanjuntak/MPI
Jum'at, 26 November 2021 16:32 WIB
Disnaker Kota Bekasi mencatat sebanyak enam perusahaan level menengah harus gulung tikar alias bangkrut akibat pandemi Covid-19. 
Enam Perusahaan di Bekasi Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Enam Perusahaan di Bekasi Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi mencatat sebanyak enam perusahaan level menengah harus gulung tikar alias bangkrut akibat pandemi Covid-19. 

“Yang tutup hanya 6 perusahaan saja. Tapi itu kan tutup ngaruh ada berapa orang yang di PHK,” ujar Kadisnaker Kota Bekasi Ika Indahyarti, di kawasan Bekasi, Jumat (26/11/2021).

“Ada yang industri, garmen. Tidak semuanya industri, biasanya kan kelasnya yang menengah,” sambungnya.

Meski begitu, Ika menjelaskan bahwa tutupnya perusahaan bukan semata-mata karena pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi covid-19 itu memperparah kondisi perusahaan yang memang sebelumnya sudah goyah.

“Kalau yang tutup ada, tapi enggak semata-mata sekarang ya (pandemi) biasanya si efek yang dari tahun sebelumnya. Misalnya, dari tahun 2017 dia bermasalah nih, 2018 gali lubang tutup lobang, 2019 atau 2020 lagi chaos (pandemi) itu down di 2020,” terangnya.

“Ada ya itu tadi karena sesutu hal jadi karena memang ini masih goyang begitu ada covid dia mau pinjam ke mana, produksi juga gak jalan order gak ada semua di lockdown ngaruh,” jelasnya.

Ika menjelaskan, kedepan pihaknya keberlangsungan perusahaan diharapkan dapat terus berlanjut. Apalagi, melandainya situasi Covid-19 terkhusus di Kota Bekasi juga dapat memajukan ekonomi.

Namun dirinya memastikan bahwa selama masa pandemi Covid-19 pihaknya memberikan relaksasi kepada para pengusaha. Dalam hal ini, misalnya, perusahaan diberikan keringanan pembayaran pajak.

“Bapenda bukan hanya untuk pekerjanya saja tapi di perusahaan relaksasi juga ada.Kan warga kita ada sekian nih, begitu juga dengan perusahaan, lalu kalau gak salah pajak pendapatannya juga banyak lah keringanan-keringanan,” tutup Ika. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD