AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Epidemolog: PPKM Mikro Sangat Tidak Efektif, Itu Jelas

ECONOMICS
Erfan Maruf
Jum'at, 18 Juni 2021 15:25 WIB
Kebijakan penerapkan PPKM Mikro dinilai tidak efektif untuk menekan angka kasus Covid-19. Kebijakan tersebut tidak membuat masyarakat patuh terhadap prokes.
Epidemolog: PPKM Mikro Sangat Tidak Efektif, Itu Jelas (FOTO: MNC Media)
Epidemolog: PPKM Mikro Sangat Tidak Efektif, Itu Jelas (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan penerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dinilai tidak efektif untuk menekan angka kasus Covid-19. Kebijakan tersebut dinilai tidak membuat masyarakat patuh terhadap penetapan protokol kesehatan. 

Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, hasil analisis selama dilakukannya PPKM mikro hasilnya ini tidak efektif. Kemudian jika saat ini tetap dilakukan, dia menilai sudah terlambat karena kasus Covid-19 sudah tersebar di mana-mana.

"PPKM mikro tidak efektif dan sangat tidak efektif dan itu sangat jelas itu tidak menurunkan angka reproduksi secara signifikan. Apa yang terjadi saat ini adalah bukti rill nyata bahwa PPKM tidak efektif," katanya saat dihubungi, Jumat (18/6/2021). 

Dia menyebut, KKM mikro yang digalakkan hanya dipatuhi sejumlah daerah seperti Jakarta, Yogyakarta dan Sumatra Barat. Sementara daerah lainnya yang memiliki jumlah masyarakat banyak terkesan abai. 

"PPKM mikro sangat tidak efektif. Maka itulah perlu respon lebih cepat tepat," jelasnya. 

Dia menyebut saat ini yang menjadi fokus tidak hanya Jakarta namun juga daerah lain seperti Jawa, Bali, Madura juga sejumlah daerah lainnya. Daerah tersebut harus melakukan pelacakan untuk menghentikan laju perkembangan Covid-19. 

"Saat ini yang bisa dilakukan setiap daerah tanpa kecuali menemukan kasus secara dini dan ini antara lain testing karena dengan testing itu kita jadi tau pos-pos mana yang berbahaya dan rawan dan sumber sumbernya," jelasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD