AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Erick Thohir Gandeng Kemenperin Terapkan Teknologi Industri 4.0 di BUMN

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Kamis, 22 April 2021 19:51 WIB
Kemenperin melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index.
Erick Thohir Gandeng Kemenperin Terapkan Teknologi Industri 4.0 di BUMN (FOTO: MNC Media)

 IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Tujuan dari penandatanganan ini, agar perusahaan BUMN semakin cepat dalam menerapkan teknologi industri 4.0.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan secara langsung oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang dan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir pada 22 April 2021 di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

"Kami berdua sepakat dengan mengimplementasikan 4.0. tentu pada gilirannya akan membawa keuntungan atau nilai tambah bagi perusahaan itu sendiri. Karena pasti operasional akan lebih efisien dan memiliki produk dengan daya saing yang lebih tinggi,” Kata Agus dalam penandatanganan MOU, Kamis (22/4/2021)

Agus mengatakan, bahwa implementasi 4.0 tidak hanya untuk perusahaan manufaktur saja. Namun perusahaan lain seperti dalam bidang jasa, yaitu PT Pegadaian (Persero). 

Ia menambahkan, Asesmen INDI 4.0 dilakukan untuk mengukur kesiapan industri BUMN dalam bertransformasi menuju industri 4.0. 

Hal ini sejalan dengan aspirasi pemegang saham/pemilik modal BUMN, untuk penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan tahun 2021 dalam kebijakan taktis-teknologi dan teknologi informasi, BUMN wajib melakukan asesmen INDI 4.0, untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

“Penandatanganan MoU ini juga bertujuan untuk mendukung program Making BUMN 4.0 sebagai bagian dari program Making Indonesia 4.0 dalam mendorong kesiapan BUMN bertransformasi ke industri 4.0,” kata Menperin Agus.

Erick mengatakan bahwa saat ini sudah sebanyak 17 dari total 107 perusahaan BUMN telah melakukan asesmen INDI 4.0 pada tahun 2019 dan tahun 2020, di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pegadaian (Persero).

Ia menjelaskan, dalam rangka mendukung Making Indonesia 4.0, pihaknya membuat program Making BUMN 4.0. Hal ini sesuai dengan salah satu prioritas Kementerian BUMN, yakni Kepemimpinan Teknologi yang berisi harapan BUMN ke depan untuk mampu memimpin secara global dalam sektor teknologi strategis dan melembagakan kapabilitas digital.

“Untuk mendukung program Making BUMN 4.0 tersebut, BUMN perlu mengukur kesiapannya melalui assessment INDI 4.0 dan bertransformasi menuju Industri 4.0 untuk meningkatkan kontribusinya dalam mendukung program-program prioritas nasional.” ujar Menteri BUMN.

Kepemimpinan teknologi dan inovasi tidak hanya menjadi kunci ke depan dalam peningkatan daya saing BUMN tetapi juga sebagai kunci meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memastikan keberpihakan pada yang kecil. 

“Melalui platform atau fasilitas ini, kami berharap dapat mewujudkan BUMN sebagai tempat untuk learn, grow, and contribute dalam menjalankan perannya Making BUMN 4.0,” tambah Erick. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD