sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ExxonMobil Raup Laba USD14,68 Miliar di Kuartal II-2026, Sahamnya Sempat Turun

Economics editor Febrina Ratna Iskana
01/08/2026 18:00 WIB
Saham ExxonMobil sempat turun sekitar 2 persen dalam perdagangan pra-pasar Jumat (31/7/2026) setelah laporan pendapatan di bawah perkiraan rata-rata analis.
ExxonMobil Raup Laba USD14,68 Miliar di Kuartal II-2026, Sahamnya Sempat Turun. (Foto: iNews Media Group)
ExxonMobil Raup Laba USD14,68 Miliar di Kuartal II-2026, Sahamnya Sempat Turun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Saham ExxonMobil sempat turun sekitar 2 persen dalam perdagangan pra-pasar Jumat (31/7/2026) setelah perusahaan energi raksasa Amerika Serikat (AS) tersebut melaporkan pendapatan untuk kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan rata-rata analis.

Perusahaan membukukan laba per saham (EPS) sebesar USD3,52, di bawah konsensus analis sebesar USD3,60. Total laba yang disesuaikan naik menjadi USD14,68 miliar untuk kuartal tersebut dari USD8,77 miliar setahun sebelumnya.

"Kuartal kedua dibentuk oleh gangguan, tetapi ditentukan oleh eksekusi. Pasar mendukung, tetapi kinerja kami mencerminkan kekuatan portofolio dan model operasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun,” kata Chairman dan CEO ExxonMobil, Darren Woods, dikutip dari Investing.com, Sabtu (1/8/2026).

Segmen Hulu (Upstream) merupakan kontributor terbesar, dengan laba yang disesuaikan sebesar USD9,19 miliar, naik dari USD6,27 miliar setahun sebelumnya. Laba bersih yang disesuaikan untuk Produk Energi hampir berlipat ganda menjadi USD4,10 miliar dari USD2,80 miliar, sementara laba bersih yang disesuaikan untuk Produk Kimia melonjak menjadi USD1,21 miliar dari USD110 juta.

Produk Khusus meningkat menjadi USD969 juta dari USD651 juta. Segmen Korporasi dan Pembiayaan mencatatkan kerugian yang lebih kecil sebesar USD791 juta, menyempit dari kerugian USD1,05 miliar setahun sebelumnya.

Exxon mengatakan telah mencapai produksi Hulu tertinggi dalam lebih dari dua dekade, tidak termasuk dampak gangguan di Timur Tengah. Produksi mencapai 4,51 juta barel setara minyak per hari, dibandingkan dengan 4,59 juta setahun sebelumnya.

Volume penjualan Produk Energi meningkat menjadi 5,70 juta barel per hari dari 5,63 juta, sementara volume penjualan Produk Kimia turun menjadi 4,47 juta ton dari 5,36 juta.

Volume penjualan Produk Khusus menurun menjadi 1,78 juta ton dari 1,98 juta. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement