IDXChannel - ExxonMobil berencana memperpanjang kontrak operasi proyek migas hingga 2055 melalui tambahan investasi sekitar USD10 miliar atau setara Rp168 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, investasi tersebut ditujukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan tingkat produksi minyak (lifting) yang saat ini berada pada kisaran 170 ribu hingga 185 ribu barel per hari.
Tambahan investasi sangat penting untuk menahan laju penurunan produksi alamiah sumur migas sekaligus mendorong optimalisasi lapangan yang sudah beroperasi.
"Tentu dalam bernegosiasi kami akan mengedepankan kepentingan negara lebih ke depan karena Pasal 33 UUD 1945 sebagaimana yang diarahkan dan diperintahkan oleh Bapak Presiden adalah kita harus mengedepankan kepentingan negara," ujar Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Jumat malam (20/2/2026).
Lebih lanjut, perpanjangan kontrak jangka panjang ini dapat memberikan kepastian investasi sekaligus menjamin transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta kontribusi fiskal melalui pajak, bagi hasil, dan penerimaan negara bukan pajak.