sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS

Market news editor Anggie Ariesta
21/02/2026 15:35 WIB
Tekanan terhadap rupiah selama seminggu terakhir didominasi oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang bernada hawkish.
Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pergerakan rupiah dalam sepekan melemah 0,30 persen dibayangi kebijakan suku bunga The Fed yang disertai dengan kesepakatan tarif AS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (20/2/2026) ditutup menguat 0,04 persen secara harian ke level Rp16.888 per USD, turun dibandingkan posisi Rp16.836 pada Jumat (13/2/2026) sebelumnya.

Senada, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan penguatan harian 0,23 persen ke level Rp16.885 per USD, namun secara keseluruhan dalam sepekan tetap melemah 0,24 persen.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, tekanan terhadap rupiah selama seminggu terakhir didominasi oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Januari yang bernada hawkish.

"Risalah tersebut memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi. Hal itu membuat Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil," tulis Ibrahim dalam risetnya, Sabtu (21/2/2026).

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement