Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi juga semakin memperkokoh posisi dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam menyepakati dokumen perdagangan bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance di Washington DC, Jumat (20/2/2026).
Meski demikian, penguatan dolar AS masih akan membayangi rupiah pada perdagangan berikutnya dalam rentang Rp16.880-Rp16.910 per USD.
(DESI ANGRIANI)