IDXChannel - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menilai pelemahan rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir mencerminkan tekanan pada neraca pembayaran Indonesia akibat arus modal keluar. Artinya, bukan semata-mata dipicu oleh faktor global.
Mari Elka mengatakan, tekanan berasal dari net capital outflow, terutama dari investasi portofolio di pasar saham dan obligasi.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), aliran modal keluar asing tembus Rp7,71 triliun pada pekan kedua Januari. Selain itu, aliran modal asing keluar dari pasar sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp2,64 triliun, dan pasar surat berharga negara (SBN) Rp8,15 triliun.
Mari Elka menegaskan, kepercayaan investor merupakan faktor paling sensitif dalam menentukan arah aliran modal, sehingga konsistensi kebijakan dan kepastian regulasi menjadi sangat krusial.