IDXChannel - Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pengembangan energi nuklir dengan Amerika Serikat (AS), menyusul disepakatinya perjanjian dagang agreement on reciprocal trade (ART) antara kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia terbuka terhadap investasi dan transfer teknologi, baik dalam pengembangan mineral kritis maupun sektor energi nuklir.
"Mineral kritis kita sudah sebutkan, bahwa itu adalah terkait dengan industrial mineral. Artinya ada secondary process, dan Indonesia terbuka untuk kerja sama investasi maupun teknologi, baik critical mineral maupun rare earth," katanya dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (20/2/2026).