IDXChannel - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh melambat 1,4 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025. Angka ini jauh di bawah kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,4 persen.
Melansir Investing, Jumat (20/2/2026) perlambatan ekonomi AS terjadi di tengah dampak penutupan sebagian pemerintahan federal atau government shutdown yang berkepanjangan disertai pelebaran defisit perdagangan, meski lonjakan belanja modal berbasis kecerdasan buatan (AI) masih menopang aktivitas.
Berdasarkan estimasi awal produk domestik bruto (PDB) riil dari US Bureau of Economic Analysis (BEA), menyebut terhentinya alokasi anggaran menyebabkan sejumlah lembaga federal tutup sementara dan sebagian pegawai dirumahkan.
Meskipun dampak penuh shutdown tidak dapat dipisahkan secara spesifik dalam data, BEA memperkirakan penurunan layanan pemerintah federal memangkas sekitar satu poin persentase terhadap pertumbuhan PDB riil kuartal IV.
Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics, Paul Ashworth menilai, dampak shutdown terhadap ekonomi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun, dia memperkirakan penurunan tersebut berpotensi berbalik pada kuartal I-2026 seiring normalisasi aktivitas pemerintah.