IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Jumat (20/2/2026) waktu setempat menyusul rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang mengecewakan.
Melansir Investing, indeks acuan S&P 500 turun 0,3 persen ke 6.841,38. Indeks teknologi NASDAQ Composite terkoreksi 0,2 persen ke 22.628,98, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,3 persen ke 49.229,79.
Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada sesi sebelumnya, ketika Wall Street dibebani kekhawatiran atas tensi geopolitik di Timur Tengah, risalah hawkish Federal Reserve, serta sejumlah laporan kinerja emiten yang kurang memuaskan.
Fokus utama pasar tertuju pada data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Desember dan estimasi awal produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025.
Data menunjukkan indeks inti PCE yang menjadi acuan inflasi pilihan The Fed naik 0,4 persen secara bulanan (month-to-month) dan 3 persen secara tahunan (year-on-year) pada Desember 2025.