Angka tahunan tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2023 dan masih jauh di atas target inflasi bank sentral sebesar 2 persen.
Kepala Investasi RGA Investments, Rick Gardner menilai, data PCE yang lebih tinggi dari ekspektasi menegaskan bahwa persoalan inflasi belum sepenuhnya teratasi, meski bank sentral saat ini masih menahan suku bunga di tengah transisi kepemimpinan The Fed.
Di sisi lain, estimasi awal pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV tercatat hanya 1,4 persen, jauh di bawah konsensus pasar sebesar 2,8 persen. Meski lebih rendah dari perkiraan, angka tersebut tetap menunjukkan ekonomi masih mencatat ekspansi pada akhir 2025.
Selain data makro, perhatian investor juga tertuju pada dinamika pasar kredit swasta setelah Blue Owl Capital mengumumkan rencana penjualan aset senilai USD1,4 miliar serta pembekuan penarikan dana (redemption) pada salah satu produknya untuk menekan utang dan mengembalikan dana kepada investor.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran terkait kualitas kredit yang lebih luas. Kekhawatiran lain muncul dari eksposur lembaga keuangan terhadap saham-saham perangkat lunak, yang belakangan tertekan akibat potensi disrupsi dari kemunculan model kecerdasan buatan (AI) baru.