AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Gandeng Zimbabwe, Bio Farma Jajaki Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin

ECONOMICS
Michelle Natalia
Minggu, 22 Mei 2022 11:09 WIB
Bio Farma dan Zimbabwe jajaki kerja sama transfer teknologi vaksin.
Gandeng Zimbabwe, Bio Farma Jajaki Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin (Dok.MNC)
Gandeng Zimbabwe, Bio Farma Jajaki Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin (Dok.MNC)

IDXChannel - Wakil Presiden I Republik Zimbabwe  Jenderal (Purn) Constantino Chiwenga kunjungi Bio Farma (20/05) dimana salah satu tujuannya untuk mencari potensi-potensi kerja sama dalam bidang kesehatan, khususnya dalam bidang pembuatan dan distribusi vaksin

Kunjungan Constantino Chiwenga didampingi oleh beberapa delegasi dari Kementerian terkait di Zimbabwe, Duta Besar dari kedua negara, diterima langsung  oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir beserta jajaran Board of Executives, dan Jajaran Kementerian Luar Negeri RI, serta Kementerian Kesehatan RI.

Dalam sambutannya Honesti Basyir mengatakan saat ini, kesadaran masyarakat atas kesehatan meningkat secara signifikan, terlebih sejak wabah Covid-19 muncul pada tahun 2020. Industri kesehatan menjadi leading sector untuk menerangi pandemi karena banyak negara yang menangani kondisi serius ini, termasuk Indonesia.

“Dari pandemik kita bisa belajar bahwa pandemi meninggalkan hikmah bagi kita semua bahwa kolaborasi benar-benar merupakan kunci untuk memperkuat keamanan kesehatan global”, ungkap Honesti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu(22/5/2022).

Beliau menambahkan kegiatan ini bisa menjadi upaya kolektif yang sangat besar dari Bio Farma dimana antara Bio Farma dengan Zimbabwe akan membahas produksi bersama produk vaksin, dan kontribusi bersama dalam hal kesehatan.

Dalam sambutan Wapres Zimbabwe Constantino Chiwenga, yang sekaligus merangkap Menteri Kesehatan dan Perlindungan Anak Republik Zimbabwe mengatakan tujuan kedatangan Bio Farma adalah untuk mencari potensi kerjasama untuk memproduksi vaksin di Zimbabwe, dan Zimbabwe ingin mempelajari keberhasilan Indonesia dalam pembangunan bidang kesehatan.

“Kami sudah mengetahui bahwa Indonesia memiliki kemampuan dalam memproduksi produk obat - obatan khususnya vaksin. Dan kami berharap bahwa Zimbabwe juga suatu saat bisa memproduksi vaksin dikemuadian  hari yang berkolaborasi dengan perusahaan nasional farmasi di Zimbabwe”, ungkap Constantino.

Beliau berharap, kedepannya akan ada kesepakatan untuk bertukar informasi dan teknologi antara Bio Farma dengan Zimbabwe dalam produksi dan pendistribusian vaksin. Hal ini mengingat bahwa posisi Zimbabwe yang strategis yang terletak di pusat bagian selatan benua Afrika, bisa menjadi hub untuk negara- negara yang berada disekitarnya.

Sejak tahun 2007, Bio Farma yang sudah mengirimkan produk vaksinnya ke Zimbabwe, berupa vaksin Polio, Campak, Difteri, Tetanus, Pertusis melalui United Nations Children's Fund (UNICEF), hingga saat sudah sekitar 1,6 juta vial terikirim ke 16,9 juta dosis.

Sementara itu sambutan dari Dubes Indonesia untuk Zimbabwe, Dewa Made Juniarta Sastrawan, mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Zimbabwe di Harare siap untuk menindak lanjuti rencana kerjasama ini.

“Kami siap untuk membantu mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan dalam rencana kerjasama ini dan tentunya hasil dari kerjasama ini akan memberikan win-win solution dan Indonesia siap mengidentifikasi kebutuhan dari kedua belah pihak," ucapnya.
 
Dalam kunjungan ini, Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan memberikan penjelasan mengenai Holding BUMN Farmasi, yang saat ini sudah terbentuk sejak tahun 2020.  Lebih jauh Rahman menjelaskan bahwa transfer teknologi bisa dilakukan dengan membagi peran antara Bio Farma dengan, pihak Zimbabwe. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD