AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Garap Tujuh Proyek, Pemprov Jatim Teken MoU Rp8,59 T dengan GTDC Maroko

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Minggu, 09 Mei 2021 05:29 WIB
Pemprov Jatim lewat BUMD menandatangani tujuh MoU senilai Rp8,59 triliun untuk menggarap tujuh proyek strategis.
Garap Tujuh Proyek, Pemprov Jatim Teken MoU Rp8,59 T dengan GTDC Maroko. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Garap sejumlah proyek strategis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menandatangani tujuh Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman senilai Rp8,59 triliun dengan Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko.

Dalam keterangannya, Chairman GDTC Maroko HEH Sharif Moulay Sidi Al Sultan Ahmad Bin Zuhir Bin Mohammad Bin Jaber Al Natour mengungkapkan rasa terima kasih atas disepakatinya 7 MoU. Dirinya berharap, kerjasama tersebut memberikan peluang yang baik.

"Terima kasih sebanyak-banyaknya. Saya senang bisa berinvestasi disini. Semoga momen ini, utamanya di bulan suci ini bisa membawa kebaikan bagi semuanya," ungkapnya.

Diketahui bahwa ketujuh Nota Kesepahaman tersebut berupa Proyek Pengembangan Pelabuhan Terminal Umum di Kota Probolinggo dengan PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) senilai Rp2,1 miliar proyek pembangunan dan pengoperasian pengolahan air di Kawasan Industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), Maspion dan NIP dengan PT Air Bersih Jatim senilai Rp347 miliar dan Proyek Pembangunan Puspa Agro dengan PT Jatim Graha Utama senilai Rp1,78 triliun.

Selain itu, proyek pembangunan kawasan wisata “Ngawi Planetarium Agro Park” dengan PD Sumber Bhakti senilai Rp125 miliar, proyek pembiayaan bisnis jasa sterilisasi ultimate EBM dan X-Ray dengan PT Kasa Husada senilai Rp300 miliar, proyek pembangunan Tol Pasuruan-Probolinggo dengan PT Trans Jawa Paspro senilai Rp1,5 triliun dan proyek pembangunan Tol Krian Legundi dengan PT Waskita Bumi Wira senilai Rp2,43 triliun.

Sekadar diketahui bahwa penandatanganan MoU dilakukan oleh Chairman GDTC Maroko, HEH Sharif Moulay Sidi Al Sultan Ahmad Bin Zuhir Bin Mohammad Bin Jaber Al Natour dengan tujuh Direktur BUMN dan BUMD di Jatim yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pda Sabtu (8/5/2021).

Upaya kerjasama yang dilakukan Pemprov Jatim tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Usulan Project Kerjasama antara GDTC dengan Perusahaan, BUMD dan BUMN di Jatim. Hasilnya, ketujuh proyek tersebut telah menarik minat GDTC dan telah ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa peran seorang kepala daerah dinilai sangat penting dalam menginventarisasi dan mengidentifikasi peluang investasi di daerahnya masing-masing. "Ini momen penting. Saya harap seluruh pihak bisa memanfaatkannya dengan baik," tutur Wagub Emil.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan realisasi investasi Jatim sejatinya mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 di masa pandemi ini yaitu 33,8% dibandingkan 2019 sebesar 14,3%. Pertumbuhan tersebut disebutkan yang tertinggi di Indonesia.

Sedangkan dari segi makro ekonomi, Jatim menyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,62%. Pertumbuhan ekonomi Jatim sendiri mengalami kontraksi sebesar 0,44% yang didominasi oleh sektor industri 30,94%, perdagangan 18,68% dan pertanian 10,84%.

Sehingga dengan disepakatinya MoU tersebut, akan ditindaklanjuti dan menjadi peluang tumbuhnya pembangunan yang cukup signifikan di Jatim. "Jadi ini langkah awalnya. Nanti akan ada pembahasan lanjutan yang tentunya akan dibahas secara teknis," ungkap Emil.

"Karena GDTC memang tertarik dengan proyek-proyek yang ada kaitannya dengan pemerintah. Baik dari sisi infrastruktur maupun proyek yang dimiliki BUMD maupun BUMN," imbuhnya. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD