AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Garuda Indonesia Buka Rute Perdana Jakarta-Singapura Jalur VTL

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 29 November 2021 17:45 WIB
Garuda Indonesia membuka rute penerbangan pertama pertamakali Jalur Perjalanan Vaksinasi atau Vaccinated Travel Lane (VTL) Jakarta-Singapura.
Garuda Indonesia Buka Rute Perdana Jakarta-Singapura Jalur VTL (FOTO: MNC Media)
Garuda Indonesia Buka Rute Perdana Jakarta-Singapura Jalur VTL (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membuka rute penerbangan pertama pertamakali Jalur Perjalanan Vaksinasi atau Vaccinated Travel Lane (VTL) Jakarta-Singapura. Melalui nomor penerbangan GA 836 dan dilayani sebanyak 6 kali per minggu dengan armada A330-300.
 
Melalui program Jalur Perjalanan Vaksinasi tersebut, maka pelaku perjalanan kedua negara yang telah  memenuhi kriteria-dalam hal ini telah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi Covid-19 sesuai dengan rekomendasi WHO serta memenuhi kriteria  lainnya, dapat melakukan perjalanan antarnegara tanpa harus melaksanakan karantina pada saat kedatangan. 
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa sejalan dengan langkah percepatan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan berbagai Negara, dilaksanakannya program Jalur Perjalanan Vaksinasi ini memiliki arti penting bagi Garuda Indonesia dalam menyelaraskan komitmen akselerasi kinerja, utamanya disituasi pandemi dengan senantiasa memastikan aspek fundamental atas kebutuhan perjalanan di era kenormalan yakni rasa aman dan nyaman yang diwujudkan melalui konsistensi penerapan protocol kesehatan pada seluruh lini operasi.
 
“Mendapat kepercayaan untuk mendukung inisiatif strategis yang memiliki nilai penting dalam hubungan bilateral antarnegara ini tentunya menjadi refleksi tersendiri atas komitmen peran aktif kami sebagai national flag carrier untuk selalu berpartisipasi aktif dalam mendukung misi Pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. Melalui dukungan ini tentunya kami harapkan juga dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung bangkitnya kembali sektor pariwisata melalui kesiapan infrastruktur konektivitas udara”, jelas Irfan di Jakarta, Senin(29/11/2021).
 
Sejalan dengan implementasi kebijakan Jalur Perjalanan Vaksinasi  yang mulai dilaksanakan pada hari ini, Senin (29/11), Garuda Indonesia juga terus memperkuat kesiapan aspek operasional penunjang utamanya melalui konsistensi penerapan protokol kesehatan pada seluruh lini layanan penerbangan yang terus dioptimalkan bersama dengan stakeholders kebandarudaraan lainnya.

"Kami percaya kunci penting dalam kesuksesan implementasi program Jalur Perjalanan Vaksinasi ini adalah fokus tata kelola penerapan protocol kesehatan yang patut dilakukan secara end to end dengan ditunjang oleh infrastruktur layanan penerbangan yang adaptif di era kenormalan baru ini," ungkapnya.

Tentunya dengan dukungan stakeholders dan kesiapan infrastruktur yang telah dimiliki Indonesia maupun Singapura, pelaksanaan program Jalur Perjalanan Vaksinasi ini menjadi penanda penting era baru layanan penerbangan di masa pandemi.
 
“Momentum implementasi Jalur Perjalanan Vaksinasi ini menjadi sinyal positif bagi industri penerbangan global untuk terus berakselerasi memaksimalkan upaya pemulihan kinerjanya. Sejalan dengan semakin banyaknya negara yang membuka akses masuk bagi wisatawan mancanegara yang salah satunya diberlakukan melalui jalinan kerja sama Jalur Perjalanan Vaksinasi, kami meyakini momentum ini tidak hanya memiliki kontribusi positif terhadap pemulihan kinerja maskapai penerbangan, melainkan juga menjadi multipier effect tersendiri bagi pemulihan ekonomi negara utamanya sektor pariwisata,” pungkas Irfan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD