AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Garuda Tutup Setengah Rutenya, Peluang Bagi Pelita Air dan TransNusa

ECONOMICS
Rio Chandra
Minggu, 21 November 2021 20:30 WIB
Garuda menutup sebagian rute penerbangannya untuk kembali menyehatkan neraca keuangannya. Hal ini menjadi peluang bagi Pelita Air dan TransNusa.
Garuda Tutup Setengah Rutenya, Peluang Bagi Pelita Air dan TransNusa (FOTO: MNC Media)
Garuda Tutup Setengah Rutenya, Peluang Bagi Pelita Air dan TransNusa (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menutup sebagian rute penerbangannya untuk kembali menyehatkan neraca keuangannya. Hal ini menjadi peluang bagi maskapai lain seperti Pelita Air dan TransNusa.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan, kondisi maskapai Garuda Indonesia yang menutup setengah rutenya, membuka peluang pasar bagi maskapai lain di tanah air.

Alvin menyebutkan, maskapai Pelita Air dan TransNusa bakal mengambil sedikit dari rute garuda yang ada pada dua tahun silam. “Kalau rute Garuda Indonesia ditutup itu bukan sesuatu yang baru, justru membuka pasar bagi maskapai yang sebelumnya tidak pernah fokus dia angkutan niaga berjadwal,” ujar Alvin Lie di Jakarta, Minggu (21/11/2021).

Pelita dan TransNusa, kata Alvin, akan berebut sementara, untuk rute-rute yang ditinggalkan Garuda Indonesia. Sebagai informasi sebelum pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Group menerbangkan 203 pesawat sepanjang 2018. Selama satu tahun, Garuda memiliki frekuensi penerbangan sebanyak 290.113 dengan jumlah total penumpang 38.444.358 orang.

Sedangkan sepanjang 2019 Garuda Indonesia Group menerbangkan 210 pesawat dengan memiliki frekuensi penerbangan sebanyak 233,306.00 dengan jumlah total penumpang 31,894,383.00 orang,

Alvin menambahkan, selain Pelita dan TransNusa, maskapai lain juga diprediksi akan berebut rute yang ditinggalkan Garuda.

“Jadi yang kosong ini slot terbang meliputi ruang dan waktu yang disediakan di bandara. ini juga akan menjadi rebutan karena selain rute jadwal ini juga penting bagi daya tarik penerbangan,” ungkapnya.

Saat ini maskapai yang mengoperasikan ijin penerbangan niaga berjadwal atau sudah ada sebelumnya, diantaranya, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Citilink, AirAsia Indonesia serta NAM Air. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD