Yudistian menambahkan bahwa keputusan akhir mengenai besaran emisi dan penentuan harga akan diumumkan setelah seluruh perhitungan dan prospektus pendukung dinyatakan matang.
"Kalau bond kapan (diterbitkan) sizenya berapa, harganya berapa, itu lagi kita bikin perhitungannya. Nanti kalau ada, kami infokan ke teman-teman media," ujarnya.
Kebutuhan dana segar ini beriringan dengan agenda pembesaran kapasitas produksi Geo Dipa di dua wilayah kerja utama, yakni Dieng (Jawa Tengah) dan Patuha (Jawa Barat).
Perseroan saat ini memacu pengerjaan Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2 yang masing-masing ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 55 Megawatt (MW), atau total tambahan 110 MW yang juga mendapatkan dukungan dari Asian Development Bank (ADB).
Hingga saat ini, Geo Dipa telah mengoperasikan unit eksisting di Dieng dan Patuha dengan kapasitas terpasang masing-masing sebesar 60 MW. Kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk ekspansi tersebut mencakup kegiatan eksplorasi, pengeboran sumur panas bumi, pembangunan fasilitas pembangkit, hingga pemenuhan infrastruktur pendukung.