IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa berfungsi melindungi wilayah pesisir Jawa bagian utara dari ancaman banjir rob.
AHY mengatakan wilayah pesisir Jawa bagian utara alias Pantura berkontribusi terhadap 27 persen dari PDB nasional. Hal tersebut karena aktivitas industri yang kuat di wilayah tersebut dibandingkan wilayah lain.
"(Proyek GSW) perlindungan terhadap aset nasional. Termasuk ada aglomerasi perkotaan, pelabuhan, bandara, jalan, dan utilitas lainnya," ujar AHY dalam Kick Off Meeting Perlindungan Pesisir Utara Jawa di Kementerian KKP, Senin (4/5/2025).
Dalam paparannya, AHY mempresentasikan bahwa proyek Giant Sea Wall akan melindungi 70 kawasan industri, 28 kawasan peruntukan industri, 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan 5 wilayah pusat pertumbuhan industri.
Aset-aset strategis tersebut terancam tenggelam akibat banjir rob pada 2050 apabila tidak mendapatkan penanganan yang serius sejak saat ini. Mengingat kondisi permukaan tanah di pesisir utara Jawa mencapai 20 cm per tahun, yang disebabkan oleh pengambilan air tanah serta peningkatan aktivitas itu sendiri.
"Potensi kerugian ekonomi 27 persen terhadap PDB nasional, ini signifikan. Jadi kalau kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi pantura Jawa ini dengan baik dan serius," ujar dia.
Melalui paparannya, AHY melaporkan Kabupaten Demak diperkirakan terendam banjir rob setinggi 2 meter pada 2050.
Sedangkan di Semarang, pada 2050 air laut akan membanjiri wilayah pesisir setinggi 83 cm apabila tidak ada penanganan serius. Penurunan muka tanah di wilayah ini mencapai 20 cm per tahun, yang akan mempercepat terjadinya banjir rob.
Kabupaten lain yang juga punya potensi serupa yaitu Tuban, Jawa Timur. Tuban punya ancaman terendam air laut hingga setinggi 1,5 meter pada 2050. Meskipun penurunan muka tanah di wilayah ini tergolong lebih kecil yaitu 2-5 cm per tahun, jika dibanding Kabupaten lainnya.
(NIA DEVIYANA)