Sebagai langkah konkret, Grab memperkenalkan mandat 'Scale Smarter and Execute Faster' yang menitikberatkan pada pertumbuhan berbasis area pencipta nilai dengan dukungan data masif. Strategi Scale Smarter diimplementasikan melalui alokasi sumber daya yang presisi guna memastikan pertumbuhan perusahaan tidak menambah beban kompleksitas yang justru dapat menghambat laju bisnis di masa depan.
"Execute Faster berarti menerjemahkan strategi menjadi eksekusi sehari-hari melalui integrasi teknologi, termasuk AI dan otomasi, guna mendukung produktivitas serta kontrol yang lebih baik. Teknologi harus membantu tim bekerja lebih produktif dan membantu perusahaan mengelola biaya secara lebih efisien," kata Neneng.
Neneng menambahkan bahwa pemanfaatan AI bukan sekadar inovasi di atas kertas, melainkan alat untuk memberikan visibilitas pengambilan keputusan berbasis data secara cepat. Fokus utama dari integrasi ini adalah memastikan konsumen mendapatkan layanan yang konsisten di tengah ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas dan efisiensi produk digital.
Pada akhirnya, kata Neneng, keberhasilan menghadapi tantangan ekonomi ini tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja. Grab menekankan pentingnya keterpaduan operasional yang solid dengan dukungan kebijakan yang sinkron untuk menciptakan ekosistem usaha yang tangguh.
"Pertumbuhan yang lebih kuat membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, antara teknologi dan operasional. Sinergi ini mencakup keselarasan antara strategi besar perusahaan dengan eksekusi nyata di lapangan setiap harinya," kata dia.