AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Hadapi Pandemi, Arus Peti Kemas IPC Turun 9,64 Persen di 2020

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Rabu, 21 April 2021 10:11 WIB
Dari capaian operasional audited tercatat arus peti kemas selama tahun 2020 tembus angka 6,92 juta TEUs.
Arus peti kemas IPC turun 9,64 persen di 2020

IDXChannel – Hasil kinerja audited PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC pada tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Dari capaian operasional audited tercatat arus peti kemas selama tahun 2020 tembus angka 6,92 juta TEUs. 

Angka ini mengalami penurunan sekitar 9,64% dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 7,66 juta TEUs. Untuk arus non peti kemas terealisasi sebesar 50,13 juta ton, lebih rendah 16,5% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 60,04 juta ton. Sementara itu, arus kunjungan kapal juga mengalami penurunan sebesar 14,69% dibandingkan 2019, yaitu dari 209,12 juta GT menjadi 178,41 juta GT.  

Adapun untuk capaian keuangan audited IPC membukukan penurunan pendapatan usaha sebesar 6,18% dari Rp11,1 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp10,4 triliun di tahun 2020. Laba bersih perseroan terealisasi sebesar Rp1,15 triliun atau turun sebanyak 53,79% dari tahun 2019 yakni Rp2,5 triliun. Sedangkan EBITDA turun dari Rp3,4 triliun menjadi Rp3,1 triliun atau 10,37%.    
“Meskipun industri kepelabuhanan merupakan salah satu industri yang cukup resilient dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, IPC tetap harus berjuang keras untuk meraih peluang bisnis dalam menyambut kondisi new normal kedepannya,” ujar EVP Sekretariat Perusahaan, Ari Santoso seperti dikutip dari website resmi BUMN, Rabu (21/4/2021). 

Selain itu, IPC juga secara konsisten berkolaborasi dengan perusahaan pelayaran dunia dengan memberikan pelayanan rute pelayaran langsung atau direct call ke sejumlah negara antara lain Australia, China, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan dan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.   

“Selama masa pandemi, pembangunan beberapa proyek strategis IPC seperti Proyek Terminal Kijing, Proyek New Priok Container Terminal 2 (NPCT2), Proyek Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC), dan Proyek Menara Maritim tetap berjalan baik dengan terus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku,” tutup Ari. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD