AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Hadir di GIIAS 2021, Pasar Jongkok Jadi Payung Promosi Pelaku UMKM Otomotif

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Senin, 15 November 2021 19:53 WIB
Pasar Jongkok Otomotif alias Parjo turut meramaikan event pameran otomotif tahunan GIIAS 2021.
Hadir di GIIAS 2021, Pasar Jongkok Jadi Payung Promosi Pelaku UMKM Otomotif
Hadir di GIIAS 2021, Pasar Jongkok Jadi Payung Promosi Pelaku UMKM Otomotif

IDXChannel - Pasar Jongkok Otomotif alias Parjo turut meramaikan event pameran otomotif tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.

Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) menjadi satu-satunya booth yang menjual produk UMKM di Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.

Parjo hadir untuk memberikan warna berbeda dalam pameran otomotif terbesar Indonesia tersebut. Event besar GIIAS dijadikan sebagai momen untuk menjajakan UMKM otomotif untuk menjadi ajang promosi. 

“Awalnya Parjo ini adalah sebuah platform event, dan mewadahi para pelaku UKM kreatif di bidang otomotif, atau pun memang teman-teman gang basicnya mereka hobi di otomotif di mobil atau motor,”kata Founder Pasar Jongkok (Parjo) Agus Gusno kepada MNC Portal Indonesia, Senin (15/11/2021). 

Agus Gusno menceritakan di masa pandemi banyak pelaku UMKM Kreatif di bidang otomotif terdampak sehingga mereka banyak beralih bisnis.

“Banyak yang shifting dari bisnis A ke bisnis B, kemudian ada yang punya usaha mereka bangkrut dan akhirnya mereka memulai usaha lagi nih, ada yang bikin produk lokal, ada yang bikin pomade, kopi, dan clothingan, bahan bahan limbqh yang dibikin meja,” paparnya.

Founder dari Parjo, Agus Gusno mengaku hadirnya booth Parjo menjadi payung bagi bagi para pelaku UKM yang baru atau belum berkembang.

“Jadi di tahun 2019 kita juga buka stand di GIIAS tapi lebih rame ada workshop ada menghadirkan banyak talent-talent dan juga. Kalau tahun ini kita menampilkan hasil produknya saja dan fokus berjualan saja,” ujarnya.

Dia mengatakan Parjo merupakan sebuah platform komunitas yang basic awalnya adalah sebuah event yang mewadahi kreatif otomotif sejak tahun 2012. 

“Kita menjual berbagai mulai enamel, hiasan dinding ada kopi saset ada demo bagaimana caranya bikin kaos yang screen printing yang handmade untuk Menaungi sekitar 10 pelaku umkm di giias ini,” tandasnya.

Kedepan Founder Parjo berharap produk umkm kedepan lebih berkembang dan berbagai event dari parjo bisa berjalan sesuai regulasi yang kembali normal. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD